Wawali Ali Muthohirin: Keberagaman Bukan Ancaman, Tapi Kekuatan Kota Malang

oleh -11 Dilihat
oleh
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menerima Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) Komisi VIII DPR RI
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan sekaligus modal sosial Kota Malang dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ali menyampaikan hal tersebut saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) Komisi VIII DPR RI di Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP IPI) Malang, Kamis (3/9/2026) lalu.

banner 336x280

Menurut Ali, karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan menjadikan wilayah ini sebagai ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.

Lebih dari 60 perguruan tinggi yang berdiri di Kota Malang menjadi magnet bagi mahasiswa dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.

Kondisi tersebut, kata Ali, menjadi kekuatan yang harus dikelola dengan baik agar keberagaman tidak hanya menjadi kenyataan sosial, tetapi juga menjadi energi positif dalam membangun kota.

“Kota Malang ini bisa kita katakan sebagai miniatur Indonesia. Masyarakatnya sangat beragam, tetapi bisa hidup berdampingan. Ini adalah kekuatan yang harus terus kita jaga dan rawat bersama,” tegas Ali.

Ia menilai keberadaan lembaga pendidikan keagamaan seperti STP IPI Malang memiliki posisi strategis dalam memperkuat karakter masyarakat.

Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.

“Banyaknya kampus dan lembaga pendidikan agama menjadi salah satu ciri khas Kota Malang. Keberadaan institusi pendidikan keagamaan ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk karakter masyarakat yang memiliki toleransi tinggi,” ujarnya.

Ali menegaskan, menjaga kerukunan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda.

Karena itu, Pemkot Malang terus memperkuat komunikasi dan sinergi bersama Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta berbagai lembaga dan organisasi keagamaan.

Menurut Ali, komunikasi lintas agama yang dibangun secara konsisten menjadi salah satu kunci menjaga Kota Malang tetap kondusif. Setiap perbedaan harus ditempatkan sebagai ruang dialog, bukan alasan untuk membangun sekat di tengah masyarakat.

“Kondusivitas ini tidak datang dengan sendirinya. Harus ada komunikasi, silaturahmi dan sinergi yang terus kita bangun. Pemerintah bersama tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat harus hadir untuk menjaga kerukunan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ali menyebut semangat persatuan masyarakat Malang tercermin dalam Salam Satu Jiwa. Bagi dia, salam tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas karena merepresentasikan semangat kebersamaan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Apa pun agamanya, apa pun sukunya, kita memiliki napas dan jiwa yang sama berlandaskan Pancasila. Nilai persatuan dan kesatuan inilah yang terus kita rawat bersama agar Kota Malang tetap menjadi miniatur Indonesia yang harmonis,” pungkas Ali.

Sementara itu, Ketua Tim Kunsfik Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengapresiasi komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Ia menilai penguatan lembaga pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Selly juga mengapresiasi eksistensi STP IPI Malang yang hingga kini tetap memiliki peminat. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kualitas dan mutu pendidikan pastoral di Malang masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Kunjungan Komisi VIII DPR RI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat secara langsung peran lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat kehidupan sosial yang toleran, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.