Arca Tatasawara Jadikan Panggung FM11 Ruang Merawat Warisan Leluhur

oleh -33 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Denting gitar berpadu dengan energi musik etnik menghidupkan panggung Festival Mbois 11 (FM11) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026). Arca Tatasawara tampil membawa warna berbeda sekaligus pesan tentang pentingnya menjaga akar budaya Nusantara.

Di tengah riuh penonton pada malam penutupan, grup musik etnik asal Malang itu tidak sekadar menyuguhkan hiburan. Mereka membawa identitas budaya melalui perpaduan instrumen tradisional dan modern yang menjadi ciri khas Arca Tatasawara.

banner 336x280

Vokalis Arca Tatasawara, Nova atau yang akrab disapa Kaji Nova, mengatakan kehadiran mereka di FM11 merupakan kesempatan untuk terus menyampaikan pesan budaya melalui musik.

“Kami sekadar berkarya, menyampaikan dan mempertahankan budaya leluhur bangsa serta menambah seduluran,” kata Nova.

Bagi Nova, panggung seni seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai latar belakang, bukan menjadi sekat. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh musisi yang terlibat dalam FM11, termasuk mereka yang memilih mundur maupun tetap tampil.

Nova juga menyayangkan polemik terkait perubahan tulisan “Malang The Glory Land” yang muncul selama pelaksanaan festival. Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran bersama agar dinamika dalam dunia kreatif dapat disikapi dengan lebih dewasa.

“Menurut saya sangat disayangkan karena efeknya banyak sekali. Yang jelas itu salah satu dinamika untuk kita semua agar belajar lebih dewasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan Arca Tatasawara memilih tetap berada pada jalur berkesenian.

“Respect dan hormat kami juga kepada semua band, baik yang mundur maupun yang tetap main,” tutur Nova.

Penampilan di malam penutupan FM11 sekaligus menjadi momentum bagi Arca Tatasawara untuk berinteraksi langsung dengan publik Malang.

Antusiasme penonton, menurut Nova, menunjukkan bahwa ruang bagi karya musik lokal masih sangat dibutuhkan.

“Kami sangat senang bisa tampil di Festival Mbois 11. Energinya luar biasa, penonton juga sangat antusias,” katanya.

Ia berharap festival seni dan budaya di Kota Malang terus berkembang serta memberikan ruang yang lebih luas bagi musisi dan pelaku ekonomi kreatif.

“Semoga festival yang lain terus ada dan semakin besar. Mudah-mudahan semakin banyak ruang bagi musisi dan pelaku kreatif untuk berkarya,” ujarnya.

Arca Tatasawara merupakan grup musik etnik dan world music asal Malang yang mengusung misi merawat warisan leluhur serta memperkenalkan kekayaan situs budaya Nusantara melalui musik.

Nama Arca Tatasawara terinspirasi dari relief pemusik abad ke-13 di Candi Jago, Tumpang, Malang, peninggalan era Kerajaan Singhasari. Nama tersebut dimaknai sebagai “keindahan bunyi yang kokoh tertata.”

Bagi Arca Tatasawara, musik bukan sekadar bunyi. Ia menjadi cara untuk menjaga ingatan, merawat identitas, sekaligus mempertemukan generasi hari ini dengan warisan leluhurnya. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.