Tak Ditemukan Varian Baru, Pemerintah Kota Pasuruan Sampaikan Perkembangan Covid-19 Terbaru

Pasuruan – Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan informasi terakhir penanganan covid-19. Zona merah yang kembali terjadi akibat cluster ziarah wali 5 menjadi perhatian khusus Walikota Pasuruan agar semakin ketat membatasi pergerakan warga.

Dua hari terakhir tim satgas covid-19 Kota Pasuruan telah melakukan tracing kepada 140 peziarah dan setidaknya lebih dari 250 orang sudah melakukan swab massal dimana sebanyak 21 orang dinyatakan positif covid-19.

Walikota Pasuruan mengaku merasa kecolongan akibat cluster ziarah yang diikuti oleh ratusan rombongan di Kelurahan Trajeng. Mengingat sejauh ini pengendalian sebaran pandemi covid-19 terkontrol dengan baik. Untuk itu Gus Ipul akan melakukan koordinasi ketat hingga tingkatan RT/RW untuk membatasi pergerakan warga.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Pasuruan bersiap untuk melakukan Penyekatan-penyekatan kembali di 17 titik bekerja sama dengan melibatkan Polresta Pasuruan dan Dandim.

Langkah selanjutnya Gus Ipul akan mempercepat program vaksinasi khususnya kepada Lansia. Hari ini misal menurut Walikota Pasuruan sudah dimulai dan dilakukan oleh keluarga besar Bhayangkara Kota Pasuruan.

Patroli dan penegakan disiplin protokol kesehatan menjadi langkah terpadu yang akan dilakukan agar situasi Kota Pasuruan menjadi terkendali dan keluar dari zona merah.

“Selama satu minggu kedepan kita akan melakukan penyekatan-penyekatan dan meminta bantuan semua pihak khususnya warga Kota Pasuruan untuk mensukseskan PPKM mikro dan penyekatan ini agar situasi terkendali” Terang Gus Ipul.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan varian baru covid-19 sehingga masih dalam tahap yang bisa tertangani dengan baik.

Kapolresta Pasuruan dalam keterangannya meminta masyarakat untuk mentaati apa yang sudah di putuskan oleh Gugus Tugas Covid-19. Dirinya juga meminta sinergi bersama tokoh masyarakat dan ulama untuk bersama mentaati protokol kesehatan.

Sementara itu terpisah Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan pagi tadi sudah memanggil Gugus Tugas Covid-19 dan meminta informasi serta klarifikasi atas kembali naiknya Kota Pasuruan dalam zona merah.

Evaluasi pelaksanaan PPKM mikro dan kelanjutan program vaksinasi menjadi fokus utama yang ditanyakan oleh Legislatif.

“Kami mendorong agar PPKM mikro kembali dijalankan dengan ketat mengingat anggaran untuk itu ada bahkan hingga sampai RT meski jumlah yang diterima oleh RT tidak besar. Selanjutnya yang terpenting lagi kami sampaikan tadi tentang kelanjutan program vaksinasi, masyarakat banyak bertanya kapan mereka mendapat vaksin” Terang Sutirta Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan.

Hadir dalam konferensi Pers yang berlangsung pada kompleks radio Ramapati pada senin (21/06/2021) adalah Walikota Pasuruan, Wakil Walikota Pasuruan, Kapolresta Pasuruan, Dandim, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Kesehatan.

Related posts

Leave a Comment