Walikota Pasuruan ‘Madakno Karep’ dengan Pelaku PKL dan Warung

Pasuruan – Dialog dengan pedagang kaki lima (PKL) dan warung dilakukan oleh Walikota Pasuruan dalam rangka menyamakan persepsi arah pembangunan PKL dan warung di Kota Pasuruan.

Mengambil tema dialog yang membumi ‘MADAKNO KAREP’ Gus Ipul hadir menemui pedagang bersama Wakil Walikota Pasuruan Adi Wibowo pada Kamis sore (11/03/2021) di Pasar Poncol.

Dalam pertemuan tersebut Gus Ipul menyerap aspirasi pedagang poncol yang terimbas efek pandemi covid-19.

Gus Ipul menjelaskan kepada audiens yang hadir tentang konsep Pasuruan Kota Madinah, Maju ekonominya, Indah kotanya dan Harmoni warganya.

“Semua pemimpin ingin mensejahterakan warganya, nah dalam madakno karep itu saya bersama Mas Adi mencetuskan Pasuruan Madinah” Jelas Gus Ipul.

Hal yang khusus Gus Ipul memahami bahwa sangat berat bagi pedagang pasar dan warung yang jualannya terbatasi di era pandemi.

“Kami mendengar banyak keluhan dan sore hari ini saya ingin mengkonfirmasi keluhan pedagang tersebut langsung kepada panjenengan pedagang PKL dan warung” Jelas Gus Ipul memulai diskusi.

Ahmad, salah satu perwakilan pedagang pasar menanyakan tentang pelonggaran waktu untuk memulai aktifitas usaha termasuk pasar minggu pagi disekitar GOR Kota Pasuruan yang sejak Januari ditiadakan.

Menanggapi banyak aspirasi, Mas Adi Wibowo selaku wakil walikota memahami keluhan dari para pedagang.

Dirinya menyebut bahwa pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Pasuruan sejatinya adalah untuk keselamatan warga masyarakat.

“Berkaitan dengan beberapa hal utamanya tentang pelongggaran tempat dan waktu usaha. Maksud pemerintah dalam pengetatan adalah baik untuk menahan laju sebaran Covid-19. Kita samakan persepsi agar ekonomi tetap tumbuh dan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik” Terang Mas Adi.

Acara dipungkasi dengan deklarasi pembacaan ikrar yang dilakukan oleh pedagang kaki lima dan warung.

Ada tujuh ikrar yang dibacakan yaitu mematuhi protokol kesehatan, mematuhi peraturan jam buka tutup usaha di masa pandemi, menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, tidak melayani pembeli yang tidak memakai masker, mematuhi ketentuan yang dilakukan oleh paguyuban, mematuhi peraturan lain yang ditetapkan pemerintah dan terakhir mereka berikrar untuk bersedia dilarang berjualan jika melanggar ikrar tersebut.

Related posts

Leave a Comment