‘New Purut’ Ditargetkan Gus Ipul Selesai Akhir Maret

PASURUAN – Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali mengunjungi RSUD Dr R Soedarsono Purut, Kota Pasuruan, Kamis (18/3/2021) siang.

Ini adalah kunjungan kedua Gus Ipul ke rumah sakit ini. Dalam kunjungan kali ini, ia ingin memastikan jika manajemen rumah sakit sudah mulai berbenah.

Selain itu, Gus Ipul juga ingin memastikan jika sudah ada progres yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit untuk mewujudkan Smart Hospital.

Gus Ipul menargetkan “New Purut” selesai akhir Maret. New Purut adalah istilah perubahan dan perbaikan layanan yang ada di rumah sakit ini.

“Awal April harus bisa dimanfaatkan dan pelayanan sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Kota Pasuruan,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, pelayanan rumah sakit purut harus berbenah dan berubah. Ia tidak ingin pelayanan rumah sakit di era pemerintahannya sama dengan yang dulu.

“Ini New Purut. Ini Rumah sakit Purut lama tapi dengan perwajahan dan pelayanan yang baru. Harus banyak perubahan,” kata Gus Ipul.

Ia mengatakan, sejauh ini ada dua fokus perubahan, yakni ke dalam dan keluar rumah sakit. Keduanya harus dicarikan solusi agar terselesaikan.

Menurut Gus Ipul, untuk ke dalam yang perlu diperbaiki adalah sistem, manajemen, SDM, daya dukung infrastruktur, termasuk alat kesehatannya.

Sedangkan perbaikan yang keluar, kata Gus Ipul, juga perlu ada perbaikan big data. Artinya, rumah sakit memiliki data masyarakat Kota Pasuruan sebagai upaya pro aktif.

“Purut harus dibranding. Prinsipnya, bagaimana pasien yang berobat di rumah sakit ini merasa senang, tenang, dan pulang dari rumah sakit sembuh dari penyakit,” urainya.

Direktur Utama RSUD dr R Soedarsono Purut dr M Burhan menjelaskan, saat ini, persiapan untuk perubahan dan perbaikan layanan sudah hampir 70 persen.

“Ini sedang penyempurnaan. Kami akan upayakan akhir Maret selesai, jadi sesuai harapan pak Wali, April sudah ada perubahan,” kata dia.

Dia menjelaskan, ada tiga item yang fokus untuk diubah sesuai dengan instruksi pak wali. Pertama, penataan SDM, dan internal. Kedua, digitalisasi pelayanan, dan sarpras untuk COVID-19.

“Untuk penataan SDM dan internal sudah berjalan, ini sedang kami benahi. Kalau Digitalisasi layanan, sudah ada dua programmer yang sedang menyiapkan aplikasi,  dan mendaftarkan ke play store,” pungkas dia.

Related posts

Leave a Comment