Membuka Bimtek Penyusunan Renstra OPD, Ini Pesan Penting Gus Ipul – Mas Adi

Pasuruan – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar Bimbingan teknis (Bintek) Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah Kota Pasuruan tahun 2021 – 2026 pada Senin (30/03/2021).

Bertempat di Hotel Royal Senyiur, Prigen, Bimtek yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pasuruan dihadiri dan dibuka langsung oleh Walikota Pasuruan Gus Ipul.

Dalam sambutan dan arahannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa Renstra OPD ini adalah breakdown dari RPJMD, jadi harus bisa dipastikan bahwa apa yang sudah di desain rapi di RPJMD harus terkawal di Renstra OPD.

Mandat Undang-undang menurut Gus Ipul mengatur agar RPJMD disusun dalam waktu maksimal 6 bulan.

“RPJMD ini harus selesai dalam waktu maksimal 6 bulan, namun saya berharap ada percepatan. Karena RPJMD ini merupakan pintu masuk dari semua proses pembangunan, kalau RPJMD nya bagus, maka OPD Menyusun renstra juga mudah, Evaluasi SAKIP juga akan lebih mudah” Jelas Gus Ipul.

RPJMD menjadi acuan untuk Menyusun RKPD 2022, sementara RKPD 2022 harus menjadi acuan OPD untuk Menyusun Renja. Gus Ipul berpesan dalam rangka Menyusun Renja, OPD sudah harus merujuk pada program-program prioritas yang sudah dicanangkan bersama Wakil Walikota Adi Wibowo.

Program-Kegiatan prioritas yang langsung mendukung RPJMD harus diketahui dan di insiasi oleh semua Kepala OPD, saya tidak mau proses Menyusun Program dan Kegiatan hanya diserahkan pada Staf Penyusun Program” Tandasnya.

Lebih lanjut Walikota Pasuruan meminta agar RPJMD dan Renstra OPD mempunyai indikator yang jelas dan terukur, indikator tersebut menurutnya akan mencerminkan keberhasilan kinerja OPD.

“Maka dalam menentukan indikator dan target kinerja, Kepala OPD harus tahu, semua Kabid harus terlibat. Karena yang akan melaksanakan program dan kegiatan adalah mereka” Tambahnya.

Terlebih Tujuan dari pelaksanaan bimtek penyusunan Renstra PD adalah untuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap bagaimana membangun arsitektur kinerja yang terintegrasi dan komprehensif.

“Ini akan menjadi forum yang informatif, edukatif, dan interaktif antar peserta dan narasumber dalam rangka transfer knowledge dan transfer informasi baik berupa regulasi maupun isu-isu strategis, termasuk isu dan prioritas pembangunan visi dan misi saya” Terang Gus Ipul.

Maka untuk mencapai tujuan dari visi misi pembanguan Kota Madinah, Gus Ipul menggandeng Tim ‘Think Tank’ dari Universitas Brawijaya Malang.

“Kenapa kok harus didampingi oleh tim pendamping dari UB?? Karena tim ini sudah pengalaman mengawal dan mendampingi berbagai daerah, khusus nya yang perencanaan dan nilai SAKIP nya baik. Selain itu tim ini yang membantu saya dari awal mengkaji dan mendesain substansi dari Visi-Misi saya” Ungkap Gus Ipul.

Terkahir dirinya bersama Mas Adi berpesan pendampingan ini dimaknai sebagai proses belajar dan menjiwai apa yang akan kita kerjakan beberapa tahun kedepan.

“Saya minta dokumennya jangan dibuatkan, cukup di damping saja, agar setiap OPD paham dan mengerti apa yang akan mereka kerjakan kedepan, dimulai dari tahapan perencanaan ini” Pungkasnya

Related posts

Leave a Comment