Wakil Walikota Pasuruan Terpilih Sambangi P3GI

Pasuruan – Wakil Walikota Pasuruan terpilih Adi Wibowo melakukan kunjungan dialogis ke Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) yang terletak jalan Pahlawan No. 25 Pekuncen Kota Pasuruan.

Agenda politisi muda yang memiliki latar belakang sebagai sarjana teknik pertanian itu didasari oleh semangat keberpihakan pada perkembangan dunia pertanian, utamanya tentang lembaga besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah perkembangan pertanian dan perkebunan gula seperti P3GI.

Apalagi menurut Mas Adi (sapaan akrab Adi Wibowo), P3GI yang sudah berusia ratusan tahun hingga kini masih kokoh berdiri sebagai salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan.

“Kaitannya dengan cagar budaya adalah karena usia yang sudah lama semenjak berdiri sampai sekarang, bahkan dengan bangunannya yang merupakan peninggalan belanda menjadi bernilai sejarah” Terangnya.

Mas Adi sempatkan diri melihat dan membaca beberapa buku milik perpustakaan P3GI.

Lebih lanjut dirinya bersama tim kecil menyusuri beberapa spot penting di areal lembaga yang berdiri pada lebih seabad yang lalu sambil menjelaskan tentang kekayaan sejarah yang menjadi salah satu keunggulan dari P3GI.

“Ini sangat bernilai sejarah baik dari segi fisik berupa bangunan, peralatan, buku dan lainnya. juga bernilai sejarah dalam konteks proses pertebuan nasional dan perjalanan kota Pasuruan” Jelasnya dengan penuh kagum.

Mas Adi melihat potensi ini bisa menjadi ikon wisata sejarah yang wajib dikembangkan dan dikenalkan ke seluruh dunia.

“Saya melihat potensi yang baik, bisa kita kembangkan untuk memperkenalkan Kota Pasuruan ke seluruh dunia dan ini menjadi satu-satunya pusat penelitian perkebunan gula terbesar yang ada di Indonesia” Ucap Mas Adi.

Didampingi Pak Eka Nuryanto selaku kepala pusat penelitian P3GI, Mas Adi berkeliling melihat potensi dan bangunan kuno yang ada disana.

Sebagai informasi, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia adalah Lembaga penelitian yang berpusat di Kota Pasuruan, Jawa Timur yang bertugas melaksanakan penelitian, menghasilkan teknologi dan produk pergulaan dan pemanis bagi kemajuan masyarakat, khususnya petani tebu dan pabrik gula.

Lembaga penelitian ini termasuk salah satu lembaga penelitian pertanian/perkebunan tertua di Indonesia dan pernah berperan besar dalam perkembangan pergulaan dunia di paruh awal abad ke-20.

Pertama kali berdiri pada tanggal 9 Juli 1887 sebagai Proefstation Oostjava (POJ) dan merupakan lembaga penelitian tebu/gula ketiga yang didirikan di Jawa, setelah yang pertama di Semarang dan kedua di Kagok, Majalengka, Jawa Barat.

Pendiriannya kala itu membawa misi penelitian pemuliaan tebu untuk ketahanan terhadap penyakit sereh dan penanggulangan pengaruh perkembangan industri bit gula di Eropa.

Related posts

Leave a Comment