Abaikan Aspek Keagamaan, Kyai Madura Kompak Tolak Kapolda Baru

Sampang – Penunjukan Irjen Pol Nico Afianta sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Pol M ‎Fadil Imran menuai penolakan. Aliansi Kiai Muda Madura tidak bersedia Jawa Timur ‎dipimpin oleh Nico. Faktor agama Nico yang dari kalangan non muslim menjadi salah satu ‎penyebabnya. ‎

Koordinator Aliansi Kiai Muda Madura Lora Ali Mahrus Syakir menilai penunjukan Nico ‎Afianta sebagai Kapolda Jatim akan menimbulkan banyak masalah. Sebab mayoritas ‎masyarakat Jatim merupakan umat Islam. Apalagi belakangan isu-isu keagamaan juga sedang ‎marak terjadi di Jatim. ‎

‎“Menurut saya, Kapolri telah melakukan kesalahan fatal karena menunjuk Kapolda Jatim dari ‎kalangan non-muslim,” kata Ali Mahrus, Kamis (26/11/2020).‎

‎“Apakah sudah tidak ada polisi yang beragama Islam berpangkat Irjen yang bisa dijadikan ‎Kapolda Jatim.Tolonglah Pak Kapolri jangan main-main, ini soal yang sensitif,” tegasnya.

Ali Mahrus mengatakan, pihaknya bukan anti demokrasi, namun di ‎tengah maraknya isu agama, semestinya penunjukan Kapolda mempertimbangkan maslahat ‎dan mafsadatnya. Dia malah khawatir, penunjukan Kapolda Jatim yang baru merupakan ‎pesanan dari kelompok tertentu yang ingin merusak keharmonisan masyarakat Jatim.‎

Ali mencontohkan, pada tahun-tahun sebelumnya, setiap ada Kapolda Jatim baru ‎biasanya sowan ke kiai-kiai sepuh, keliling dari pesantren ke pesantren. Pada saat sowan itu, ‎Kapolda ikut shalat berjamaah dengan kiai. Kebiasaan itu menjadi pemandangan sejuk bagi ‎warga Jatim yang mayoritas santri. ‎

‎“Kalau Kapoldanya non-muslim, kan, tidak bisa berjamaah dengan para ulama’. Ini yang membuat ‎kami menolaknya,” ungkapnya.‎

‎Pihaknya berharap Kapolri menganulir keputusannya dan segera mengganti Kapolda ‎Jatim dengan yang beragama Islam.

“Jika tidak, kami akan melakukan aksi massa melakukan ‎penolakan,” tandas Ali. ‎(*)

Related posts

Leave a Comment