Strategi Konsolidasi, Partai Golkar Kota Pasuruan Tour Wisata “Ngelencer” Ke Jogjakarta

Kota Pasuruan – Setelah menggelar  tasyakuran dengan pengajian dan Khotmil Quran, Partai Golkar Kota Pasuruan punya cara lain untuk mensyukuri kenaikan kursi parlemen yaitu dengan cara tour wisata bersama kadernya (11/1/2019).

Acara yang mengambil tajuk ‘Ngelencer Bareng’ diikuti oleh rombongan yang terdiri pengurus pleno, Hasta Karya, Pimpinan Kecamatan (PK) dan Caleg DPRD baik yang sudah duduk di dewan maupun yang belum mendapat kesempatan, membaur menjadi satu.

Keberangkatan dilepas langsung oleh Plt. Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan M. Syaifullah Ma’sum di depan Kantor DPD Partai Golkar Kota Pasuruan. Dengan menggunakan bus pariwisata berkapasitas 50 orang.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kerjasama pengurus dan kader Partai yang pada akhirnya memperkuat soliditas untuk mencapai tujuan bersama.

“Tahun 2020 ini di Kota Pasuruan ada hajatan politik yakni Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota periode 2021 – 2026, oleh karenanya segenap keluarga besar Partai Golkar Kota Pasuruan kita ajak untuk wisata. Tujuanya untuk memupuk rasa kebersamaan dan memperkuat soliditas dalam menghadapi even Pilkada tersebut”  kata Syaifullah.

Pada pemilu tahun 2019 Partai Golkar berhasil melesat menjadi kekuatan politik terbesar kedua di Kota Pasuruan dengan 7 Kursi. Dengan capaian itu Partai Golkar sudah bisa mengusung calon kepala daerah sendiri mengingat sarat dukungan dalam Pilkada kota Pasuruan adalah minimal 6 Kusri.

Namun pihaknya tetap akan mencari teman untuk berkoalisi. Soal siapa yang akan di usung, Politisi Nahdlyini itu enggan berkomentar. “Soal calonnya kami berharap media bisa bersabar dulu,” jelasnya.

Selain mengeksplore Pantai Indrawati Gunung Kidul, dilanjutkan menyusuri gua pindul dengan menaiki ban pelampung, kemudian menuju hutan pinus, serta Ke Malioboro dan Pusat Oleh-oleh khas Jogjakarta.

“Di tengah rutinitas kesibukan sehari-hari, tidak ada salahnya jika kita luangkan waktu untuk merefresh pikiran agar tidak terjebak pada kejenuhan yang berakibat pada menurunnya daya kosentrasi, lebih2 menjelang pilkada serentak 2020 ini” kata Syaifullah.

Related posts

Leave a Comment